Perlunya Edukasi Dalam Hipnoterapi

Posted in Hipnoterapi | 0 comments

Apa maksud dari edukasi ini dalam praktek hipnoterapi di jakarta? Edukasi disini adalah penjelasan tentang apa dan manfaat dari hipnoterapi, bagaimana hipnoterapi itu , bagaimana nanti teknik yang dilakukan dan penjelasan tentang pikiran bawah sadar dll. Siapapun dia, sebagai hipnoterapi kita berkewajiban untuk melakukan edukasi awal. Edukasi awal ini walaupun keliatannya remeh tapi disinilah waktu dimana kita bisa melihat apakah klien juga nyaman dengan kita dan bisa mempercayai kita sebagai terapisnya. Ada yang bilang ini adalah fase pre induction atau fase qualifying klien. Apapun istilahnya, semua pada dasarnya sama yaitu edukasi klien.

Apalagi jika yang datang adalah klien yang baru pertama kali melakukan terapi, sehingga pasti banyak yang masih beranggapan seperti acara di televisi tersebut. Dan ini adalah sesuatu yang wajar, tayangan di televisi itu jadi seperti pisau bermata dua, disatu sisi hipnterapi menjadi semakin mudah dikenal masyarakat namun disisi lain dipandang sebagai sesuatu yang negatif di mata masyarakatl

Penilaian atau judgement dari msyarakat ini juga sebenarnya kebentuk dari opini yang sudah beredar di masyarakat atau terbentuk karena persepsi mereka setelah menonton acara televisi tanpa mempertimbangkan bahwa acara di televisi itu ada bagian editing nya dan apakah memang benar kalau dipikir secara akal sehat, apakah ada orang yang mau rahasianya terbongkar sampai ke seluruh Indonesia?

Kalau misalnya U** K*** mendatangi anda untuk dijadikan subjectnya , apakah anda bersedia? Hampir bisa dipastikan ga mau karena takut rahasinya terbongkar dan kita tidak sadar, bener begitu?? 🙂

Semua sugesti yang dilakukan oleh hipnoterapis , jika si klien tidak mau atau tidak nyaman dengan sugestinya, maka sugestinya bisa ditolak oleh klien. Sebagai contoh: ada klien yang disugesti bahwa setiap kali dia melihat warna merah , maka dirinya akan merasakan semangat untuk menyelesaikan tugasnya dan bersemangat sepanjang hari. Dalam kenyataannya ternyata si klien tidak suka warna merah, dia sukanya warnya orange, maka ketika dia mendengarkan sugesti itu dia akan merasa tidak nyaman dan ga mau . Dan hasilnya adalah sugestinya tidak berjalan dan tidak berhasil sama sekali.

Jadi misalnya kita menyuruh saudara kita untuk terapi,misalnya terapi berhenti merokok, jika saudara kita datang ke terapis bukan karena keinginan dirinya sendiri yang mau berubah, tapi datang terapi karena mau dengan hadiah yang akan kita berikan jika dia mau terapi atau dia datang karena ga enak sama diri kita, bisa dipastikan bahwa terapinya tidak akan efektif dan tidak akan berhasil, h anya buang waktu dan buang biaya karena hasilnya adalan NOL besar.  Hal ini bisa terjadi karena sugesti tentang merokok tidak akan diterima dan akan ditolak oleh dia, karena merasa merokok masih enak bagi dirinya.

Karena itu untuk  keberhasilan terapi, orang atau klien harus mau diterapi dan harus mau bebas dari masalahnya. Dan ini juga sangat penting dalam proses edukasi. Karena ada orang yang datang bukan karena ingin benar bebas dari masalahnya dan hanya sekedar ingin tahu atau ingin mencoba saja.

Semoga bermanfaat

Salam bahagia dan sehat selalu

 

Jimmy K Santosa

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *