Beda Psikolog, Psikiater dan Praktisi Hipnoterapi (Hipnoterapis)

Posted in Hipnoterapi | 0 comments

Apa sebenarnya perbedaan antara psikolog, psikiater dan praktisi hipnoterapi? Mari kita bahas satu persatu , supaya semakin memahami perbedaan antara semuanya ini

Psikolog

Psikolog adalah seorang sarjana S1 psikolog yang meneruskan ke jenjang S2 profesi psikologi, sehingga nanti gelar dibelakangnya adalah ….., S.Psi, PSi atau biasanya mereka tidak mencantumkan gelar S1 tapi langsung dengan .., Psi dibelakang namanya

Psikolog tidak berhak memberikan obat karena mereka tidak belajar kedokteran. Psikolog ini mempunyai hak untuk mendignosis misalnya mendiagnosis apakah anak ini mengalami hiperaktif dan sejenisnya

Treatment psikolog lebih kearah orang normal yang tidak membutuhkan bantuan pengobatan.

Psikolog lebih bekerja dengan menggunakan PIKIRAN SADAR, jadi pikiran sadar yang diedukasi

 

Psikiater

Psikiater adalah seorang sarjanan kedokteran (s1) yang melanjutkan ke bidang kedokteran jiwa (s2) atau sering dapat gelar ” Sp.KJ”

Hanya Psikiater yang boleh memberikan obat, karena ada latar belakang dokter. Jadi tratment psikiater lebih kearah treatment dengan menggunakan obat obatan.

Psikiater mendalami hal gangguan mental seperti skizofrenia dan teman temannya

 

Praktisi Hipnoterapi  atau Hipnoterapis

Tidak diwajibkan untuk kuliah S1 bidan psikologi ataupun S1 kedokteran. Namun Hipnoterapis akan semakin baik jika mempunyai pengetahuan dalam bidang psikologi. Tidak harus kuliah, tapi belajar dari psikolog, dari buku dan dari sumber sumber lain.

Praktisi Hipnoterapi juga TIDAK memberikan obat, karena hanya dokter yang berhak memberikan obat

Praktisi Hipnoterapi bekerja pada PIKIRAN BAWAH SADAR, sedangkan psikolog dan dokter pada pikiran sadar

Dalam banyak kasus, praktisi hipnoterapi dapat membantu psikiater atau bekerjasama dengan psikiater

 

Ketiga profesi ini saling mendukung satu sama lain, karena hipnoterapis tidak berhak memberikan statement bahwa anak itu hiperaktif, yang boleh hanyalah psikolog

Hipnoterapis dalam tahapan tertentu tetap perlu minta bantuan dokter untuk memberikan obat, karena jika sudah sampai taraf tidak bisa diajak komunikasi maka bantuan psikiater sangatlah penting disini.

Dalam hal keefektifan terapi , hanya beda di proses. Hipnoterapi lebih mengutamakan pikiran bawah sadar sehingga perubahannya dapat lebih efektif.

 

Salam sukses

 

Jimmy K Santosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>